Flash

Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Kisah Anak-Anak Bermahkota Al Qur'an

Anak yang Buta Hafal Al Qur’an
Faishal Da’sy Al Qahthani, seorang anak berusia 12 tahun mengalami buta sejak lahir. Ia tidak putusa asa atau membiarkan dirinya menjadi korban keterasingan. Ia mampu menghafal Al Qur’an hanya dalam rentang waktu 2 tahun saja di tengah decak kagum banyak orang kepadanya

Ia berbicara dengan bahasa Arab yang fasih dan lancar. Bahasanya amat bagus. Ia menuturkan, “Nama saya Faisal bin Da’sy Al Qahthani. Saya dilahirkan di Riyadh. Saya masuk madrasan An Nur selama 3 tahun, setelah itu saya pindah ke sekolah tahfidz Al Qur’an. Berkat karunia Allah dan dorongan kedua orang tua serta usaha keras para guru, saya mampu menghafal Al Qur’an dengan baik. Awalnya, saya sering mendengar bacaan Al Qur’an. Saya senang dengan bacaan dan tartilnya Syaikh Sudais. Selanjutnya saya tertarik dengan suara Khalid Al Qahthani. Maka ayahku memberikan hadiah kaset murattal 30 juz dengan bacaan Khalid Al Qahthani. Saya hafal Al Qur’an 30 juz, ditambah dzikir pagi dan petang, doa tidur, doa makan dan minum serta sejumlah hadits.”

Pesan faishal kepada para teman-teman yang muslim,”Aku pesankan kepada mereka agar tidak lalai. Aku peringatkan kepada mereka akan tipu daya setan dan hendaknya mereka tidak menuruti syahwat serta tidak membuang-buang waktu didepan TV melihat acara-acara yang tidak bermanfaat, bahkan merugikan.”


Anak Berusia 10 Tahun Hafal Al Qur’an, Kecerdasannya Membawanya dari Kelas 3 SD Langsung ke SMP
Sebuah keistimewaan berupa kecerdasan nan sempurna yang amat jarang ditemukan. Anak tersebut bernama Abdullah Muhammad Jabr. Ia merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah dalam hal menghafal Al Qur’an Karim, hadits-hadits Nabi, menguasai madzhab-madzhab fiqih dan mahir ceramah diatas mimbar. Ia ikut serta dalam musabaqah hafalan Al Qur’an tingkat Internasiona di Arab Saudi dan meraih juara pertama.
Syaikh Al Azhar merasa kagum dan memuji kecerdasannya. Lalu, ia mengeluarkan ketetapan khusus yang baru pertama kali dikeluarkan dalam sejarah Al Azhar, yaitu pemindahan anak tersebut dan memasukkannya dikelas 1 SMP dari yang sebelumnya ia tercatat sebagai murid kelas 3 SD.

Halmana, Hafidzah Termuda di Bosnia
Ia hidup ditengah-tengah kehancuran, keporak-porandaan dan perang etnis. Ia menjadi saksi atas segala tindakan permusuhan terhadap Islam di negerinya. Ia hidup dimasyarakat yang bergulat dengan kemiskinan dan embargo ekonomi. Hal tersebut malah menjadikannya terang-terangan untuk berpegang teguh dengan Al Qur’an dan mengangkat tinggi panjinya meskipun banyak rintangan dan bahaya.
Halmana Bilal Aghitasy mulai menghafal sejak usia 2 tahun dengan cara mengulang-ulang beberapa ayat. Hal ini terus berlangsung hingga ia mampu menghafal Al Qur’an ketiak usianya 14 tahun. Ia termasuk hafidzah termuda di Bosnia Herzegovina dan hafidzah peringkat kedua di negaranya.Halmana mengatakan tentang peran dan pengaruh positif dari menghafal Al Qur’an, “Sepeninggal kakekku yang senantiasa memotivasiku untuk selalu membaca dan menghafal Al Qur’an serta memberikan banyak hadiah, maka aku bertekad untuk melanjutkan perjalanan dengan sungguh-sungguh dan semangat menggelora. Selama sembilan tahun aku mampu meraih berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.”

Ia berhenti sejenak setelah air matanya menetes namun ia kembali menguatkan diri seraya bertutur, “ Aku meraih juara di Saudi. Aku pergi kesana dan sejumlah Syaikh mendengarkan bacaan Al Qur’anku. Mereka pun memujiku. Setelah itu aku kembali ke Bosnia untuk menjalani ujian hafalan dan bacaan Al Qur’an dihadapan Lajnah Al-Masyaikhah Al Islamiyah di Bosnia yang beranggotakan para qari’ senior.”

Diringkas dari buku Kisah Inspiratif Penghafal Al Qur’an

Mengapa Saya Menghafal Al Qur’an?

Menjadi seorang hafidz(orang yang hafal Al Qur’an) tentunya menjadi cita-ciita setiap muslim. Cita –cita itu haruslah dibangun dengan semangat tinggi dan niat yang benar. Setiap pengorbanan yang dilakukan oleh seorang muslim dalam menghafal Al Qu’an pastilah tersimpan tujuan yang ingin diraih. Nah, apa tujuan Anda dalam menghafal Qur’an??? Mungkinkah seperti dibawah ini: 1. Saya senang menghafal Al Qur’an supaya menjadi ahli Allah serta mendapat tempat khusus disisi-Nya. Rosulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya Allah ta’ala mempunyai ahli-ahli dari golongan manusia, lalu ditanyakan siapa ahli Allah dari kalangan mereka? Beliau menjawab, yaitu Ahlul Qur’an (Orang yang hafal Al Qur’an dan mengamalkannya), mereka adalah Ahli Allah dan mendapatkan tempat khusus disisi-Nya” (HR Imam Ahmad dalam Musnadnya dengan sanad yang hasan) 2. Saya senang menghafal Al Qur’an supaya menjadi sebaik-baik orang. Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Imam Bukhori) 3. Saya senang menghafal Al Qur’an agar kelak Al Qur’an menjadi pemberi syafaat bagi saya dihari kiamat kelak. Nabi SAW bersabda: “ Bacalah Al Qur’an, karena ia adalah pemberi syafaat bagi para pembacanya dihari kiamat.” (Mutafaqun ‘Alaih) 4. Saya senang menghafal Al Qur’an agar kedua orang tua saya memakai mahkota kemuliaan dihari kiamat kelak. Rosulullah SAW bersabda: “ Barangsiapa membaca Al Qur’an dan mengamalkannya maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota yang sinarnya lebih terang daripada sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya? (HR Imam Ahmad, Abu Daud, Al Baihaqi, dan Al Hakim) 5. Saya senang menghafal Al Qur’an seluruhnya, hingga saya mencapai derajat tertinggi di surga kelak. Nabi SAW bersabda: “ Dikatakanlah kepada pemilik (orang yang hafal) Al Qur’an, Bacalah (Al Qur’an), teruslah naiki (derajat-derajat surga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya dengan tartil didunia, karena sesungguhnya tempatmu disurga berada pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR Imam Abu Daud dan Imam Tirmidzi) 6. Saya menghafal Al Qur’an supaya menjadi obat dari segala penyakit yang menimpa saya. Allah berfirman: “ Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang dzalim selain kerugian (Al Isro’:82)

Jumat, 04 Mei 2012

Tujuh Imam Qori' yang Masyhur



Para Qari yang hafal Al-Qur’an dan terkenal dengan hafalan serta ketelitiannya, dan menyampaikan qira’at kepada kita sesuai dengan yang mereka terima dari sahabat Rasulullah SAW. Qira’at yang mutawatir semuanya kita kutip dari para qari yang hafal Al-Qur’an dan terkenal dengan hafalan serta ketelitiannya.
Mereka ialah imam-imam qira’at yang masyhur yang meyampaikan qira’at kepada kita sesuai dengan yang mereka terima dari sahabat Rasulullah SAW. Mereka memiliki keutamaan ilmu dan pengajaran tentang kitabullah Al-Qur’an sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baiknya orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”.
Berikut sekilas tentang profil mereka :

1) Ibnu ‘Amir (118 H)
Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. Dia adalah seorang tabi’in, belajar qira’at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H. Orang yang menjadi murid, dalam

2) Ibnu Katsir (120 H)
Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky, ia adalah imam dalam hal qira’at di Makkah, ia adalah seorang tabi’in yang pernah hidup bersama shahabat Abdullah ibnu Jubair. Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik, dia wafat di Makkah pada tahun 120 H. Perawinya dan penerusnya adalah al-Bazy wafat pada tahun 250 H. dan Qunbul wafat pada tahun 291 H.

3) ‘Ashim al-Kufy (128 H)
Nama lengkapnya adalah ‘Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut juga dengan Ibnu Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar, ia adalah seorang tabi’in yang wafat pada sekitar tahun 127-128 H di Kufah. Kedua Perawinya adalah; Syu’bah wafat pada tahun 193 H dan Hafsah wafat pada tahun 180 H.

4) Abu Amr (154 H)
Nama lengkapnya adalah Abu ‘Amr Zabban ibnul ‘Ala’ ibnu Ammar al-Bashry, sorang guru besar pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya, menurut sebagian orang nama Abu Amr itu nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Kedua perawinya adalah ad-Dury wafat pada tahun 246 H. dan as-Susy wafat pada tahun 261 H.
.
5) Hamzah al-Kufy (156 H)
Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu ‘Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-Thaimy seorang bekas hamba ‘Ikrimah ibnu Rabi’ at-Taimy, dipanggil dengan Ibnu ‘Imarh, wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja’far al-Manshur tahun 156 H. Kedua perawinya adalah Khalaf wafat tahun 229 H. Dan Khallad wafat tahun 220 H. dengan perantara Salim.

6) Imam Nafi. (169 H)
Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi’ ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na’im al-Laitsy, asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi’ berakhirlah kepemimpinan para qari di Madinah al-Munawwarah. Beliau wafat pada tahun 169 H. Perawinya adalah Qalun wafat pada tahun 12 H, dan Warasy wafat pada tahun 197 H.

7) Al-Kisaiy (189 H)
Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah, seorang imam nahwu golongan Kufah. Dipanggil dengan nama Abul Hasan, menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai kisa pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H. Perawinya adalah Abul Harits wafat pada tahun 424 H, dan ad-Dury wafat tahun 246 H.
Syathiby mengatakan: “Adapun Ali panggilannya Kisaiy, karena kisa pakaian ihramnya, Laits Abul Haris perawinya, Hafsah ad-Dury hilang tuturnya.

Sumber: http://dakwah-islam.org/7-imam-qurro-sabah.html

Senin, 09 April 2012

Manfaat-Manfaat Menghafal Al Qur'an

Oleh Abduldaem Al-Kaheel

Berbagai kajian kontemporer membuktikan bahwa hafalan Al-Qur’an dapat menjaga seseorang dari berbagai penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan kreatifitas dan relaksasi.

Amal terbaik yang bisa dikerjakan seseorang adalah membaca Al-Qur’an, mengamalkan kandungannya, menerapkan perintah Allah, dan menjauhi larangan Allah. Selama pengalaman interaksi dengan Al-Qur’an dalam kurun waktu lebih dari dua puluh tahun, saya menemukan sebuah kepastian bahwa Al-Qur’an memiliki pengaruh yang besar terhadap kepribadian manusia.

Ketika Anda membaca sebuah bukti tentang Neuro Linguistic Programming, atau tentang seni manajemen waktu, atau seni bergaul, maka penulisnya akan mengatakan: membaca buku ini dapat mengubah hidup Anda. Artinya, kitab apapun yang dibaca seseorang itu akan memengaruhi perilaku dan kepribadiannya, karena kepribadian meurpakan hasil dari wawasan dan pengalaman seser, serta apa yang dibaca, dilihat dan didengarnya.

Sudah barang tentu buku-buku karangan manusia ini pengaruhnya terbatas. Tetapi, ketika berbicara tentang Kitab Allah yang menciptakan manusia, dimana Dia lebih mengetahui apa yang ada dalam diri manusia dan apa yang menjadikannya lebi hbaik, maka sudah barang tentu kita menemukan dalam kitab ini informasi-informasi yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya di dunia dan akhirat. Karena Al-Qur’an adalah cahaya, obat dan petunjuk. Di dalam kita temukan masa lalu dan masa mendatang. Allah berfirman, “Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS Fushshilat [41]: 42).

Dapat saya tegaskan bahwa setiap ayat yang Anda baca, renungkan dan hafal itu dapat menciptakan perubahan dalam hidup Anda! Bagaimana dengan orang yang membaca dan menghafal seluruh Al-Qur’an? Tidak diragukan bahwa bacaan Al-Qur’an, perenungan, dan penyimakan dengan khusyuk itu dapat merekonstruksi kepribadian seseorang, karena Al-Qur’an mengandung berbagai prinsip dan dasar-dasar yang solid bagi caracter building.

Saya akan menyampaikan pengalaman sederhana tentang sejauh mana pengaruh Al-Qur’an terhadap kepribadian seseorang, bahkan satu ayat saja! Saya pernah membaca firman Allah: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 216) Dalam hati saya berkata, ayat ini pasti mengandung sebuah hukum pasti yang memberi kebahagiaan bagi orang yang mengimplemensikannya dalam hidup.

Sebelum membaca ayat ini, saya sedang merasa sedih karena mengalami suatu musibah, atau merasakan ketakutan terhadap masa depan, karena saya sedang mencemaskan suatu hal.

Setelah merenungkan ayat ini dalam waktu yang cukup lama, saya menyadari bahwa Allah telah menadirkan segala sesuatu, dan Dia tidak akan memilihkan untukku selain yang terbaik bagiku, karena Dia mengetahui masa depan, sedangkan saya tidak. Demikianlah, akhirnya saya memandang segala sesuatu dengan optimis, meskipun secara lahir menyedihkan. Saya selalu mengharapkan terjadinya hal baik, meskipun menurut perhitungan tidak demikian.

Allah telah menetapkan setiap hal yang akan terjadi padaku sejak usiaku 42 hari dalam kandungan. Lalu, untuk apa aku bersedih. Selama Allah mendengar dan mengatur alam semesta ini, untuk apa takut dan cemas? Karena Allah yang menakdirkan dan memilihkannya untukku, maka itu pasti baik, bermanfaat, dan memberi kebahagiaan.

Demikianlah, kepribadian saya berubah dari akarnya menjadi pribadi yang optimis dan bahagia, dan terbebas dari banyak masalah yang mungkin saja terjadi seandainya Allah tidak memberiku kesempatan untuk merenungkan ayat ini, memahami, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulannya, berpegang teguh pada Al-Qur’an dan menjaga tilawahna itu dapat berpengaruh positif terhadap kepribadian seseorang, meninggalkan sistem kekebalan dalam dirinya, melindunginya dari berbagai penyakit psikologis, membantunya untuk sukses dan mengambil keputusan-keputusan yang sulit. Jadi, Al-Qur’an adalah jalan Anda untuk menjadi kreatif, memimpin, bahagia dan sukses!

Sumber: http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/abduldaem-al-kaheel-manfaat-manfaat-menghafal-alqur-an.htm

Rabu, 04 April 2012

KEUTAMAAN PENGHAFAL QURAN (HAFIDZ)




Allah telah menjanjikan kelebihan kepada mereka yang menghafal al Quran seperti yang digambarkan di bawah.

1.MEREKA ADALAH KELUARGA ALLAH SWT.

Sabda Rasulullah s.a.w:

"Dari Anas ra. Ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, "Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia." Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah s.a.w bertanya: "Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: "Iaitu ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal Al- Quran dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

2.DI TEMPATKAN SYURGA YANG PALING TINGGI

Sabda rasulullah s.a.w:

"Dari Abdullah Bin Amr Bin Al Ash ra dari nabi s.a.w, baginda bersabda; Diakhirat nanti para ahli Al Quran di perintahkan, "Bacalah dan naiklah kesyurga. Dan bacalah Al Quran dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil pada waktu di dunia. Tempat tinggal mu di syurga berdasarkan ayat paling akhir yang engkau baca."

3.AHLI AL QURAN ADALAH ORANG YANG ARIF DI SYURGA

Sabda rasulullah s.a.w "Dari Anas ra. Bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda; "Para pembaca Al Quran itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni syurga,"

4.MENGHORMATI ORANG YANG MENGHAFAL AL QURAN BERERTI MENGAGUNGKAN ALLAH SWT.

Sabda rasulullah s..a.w "Dari Abu Musa Al Asya'ari ra.ia berkata bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Quran tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil."

5.HATI PENGHAFAL AL-QURAN TIDAK DI SEKSA

Sabda rasulullah s.a.w.

" Dari Abdullah Bin Mas'ud ra. Dari nabi s.a.w. baginda bersabda: " bacalah Al Quran kerana Allah tidak akan menyeksa hati orang yang hafal al-quran.

Sesungguhanya Al -Quran ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Quran maka hendaklah ia bergembira."

6.MEREKA LEBIH BERHAK MENJADI IMAM DALAM SOLAT

Sabda rasulullah s.a.w. :

"Dari Ibnu Mas'ud ra. Dari Rasulullah s.a.w. beliau bersabda; "yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca Al Quran."

7.DISAYANGI RASULULLAH S.A.W

Sabda rasulullah s.a.w.:

"Dari Jabir Bin Abdullah ra. Bahawa nabi s.a.w menyatukan dua orang dari orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahad.

Kemudian nabi s.a.w. bertanya, "dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Quran?" apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka nabi s.a.w memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad."

8.DAPAT MEMBERIKAN SYAFAAT KEPADA KELUARGA

Sabda rasulullah s.a.w.:

"Dari Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata, "Barangsiapamembaca Al Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam syurga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka."

9.PENGHAFAL AL QURAN AKAN MEMAKAI MAHKOTA KEHORMATAN

Sabda rasulullah s.a.w.:

"Dari Abu Hurairah ra.dari nabi s.a.w. baginda bersabda: "orang yang hafal Al Quran nanti pada hari kiamatnanti akan datang dan Al Quran akan berkata; "Wahai Tuhan ,pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru." Maka orang tersebut di berikan mahkota kehormatan. Al Quran berkata lagi:

"Wahai Tuhan tambahlah pakaiannya." Maka orang itu di beri pakaian kehormatannya. Al Quran lalu berkata lagi, "Wahai Tuhan, redailah dia." Maka kepadanya di katakan; "Bacalah dan naiklah." Dan untuk setiap ayat, ia di beri tambahan satu kebajikan."

10.HAFAL AL QURAN MERUPAKAN BEKAL YANG PALING BAIK.

Sabda rasulullah s.a.w.:

"Dari jabir bin nufair, katanya rasulullah s.a.w. bersabda; "Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Quran.

11.ORANG TUA MEMPEROLEHI PAHALA KHUSUS JIKA ANAKNYA PENGHAFAL AL QURAN.

Sabda rasulullah s.a.w.:

"Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: "Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: "Apakah anda mengenalku?".

Penghafal tadi menjawab; "saya tidak mengenal kamu." Al Quran berkata; "saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: "kenapa kami di beri dengan pakaian begini?". Kemudian di jawab, "kerana anakmu hafal Al Quran."

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, "bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya." Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)

12.AKAN MENEMPATI TINGKATAN TERTINGGI DI DALAM SYURGA.

Sabda rasulullah s.a.w.:

"Dari Sisyah ra ia berkata, bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan syurga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Quran. Maka tingkatan syurga yang di masuki oleh penghafal Al Quran adalah tingkatan yang paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.



Semoga dengan memahami hal ini, kita semua bisa lebih terpacu untuk bisa menghafal Al Qur’an setiap harinya, semampu kita.

diambil dari http://www.ahmadzainuddin.com/id/alquran/71-keutamaan-hafal-alquran